Senseiipa's Blog
Just another WordPress.com weblog

kumpulan-makalah-dastekkom

Oleh : Euis Ratnaningsih

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ledakan informasi merupakan pertanda dari peluang dan tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Perkembangan volume informasi yang dicetuskan, dipindahkan dan diterima akan terus dan semakin menggelembung. Informasi memiliki saluran untuk berpindah, saluran tersebut adalah komunikasi. Teknologi telah siap menghadapi kebutuhan tersebut, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara pengirim dan penerima yang berjauhan dalam waktu yang singkat. Akibatnya batas batas ruang dan waktu menjadi semakin kabur. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),   begitulah terjemahan dari INFORMATION and COMUNICATION TECHNOLOGI (ICT). Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah deretan tiga suku kata yang saat ini lagi akrab dibibir orang, khususnya di lingkungan pendidikan atau kelompok birokrasi, bahkan belakangan ini, juga termasuk golongan-golongan masyarakat tertentu.

Memahami Teknologi informasi dan komunikasi, tidak hanya menyandarkan pada pengertian tiga suku kata di atas. Tetapi lebih dari itu harus dipahami lebih dalam, mengapa tiga suku kata itu harus dipadu menyadi satu kalimat yang tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran TIK. Itu mengartikan, bahwa tiga kata dasar itu, masing-masing memiliki nilai kekuatan dan pengaruh tersendiri dalam peradaban kehidupan manusia. Sebagai bukti yang logis dari kekuatan-kekuatan itu, yakni disadari atau tidak, bahwa aktivitas yang sedang berlangsung dilakukan manusia saat ini, pada hakikatnya adalah mengelola informasi yang diterima sebelumnya. Disadari atau tidak pula, bahwa keberadaan informasi itu sendiri lahir karena adanya komunikasi. Demikian pula terhadap komunikasi, itu dapat terjadi karena tidak lepas dari media (teknologi) sebagai alat pengantar maksud dan tujuan.

Selain itu, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan  TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:

(1)   dari pelatihan ke penampilan,

(2)   dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,

(3)   dari kertas ke “on line” atau saluran,

(4)   fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,

(5)   dari waktu siklus ke waktu nyata.

Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

Atas dasar itu peran TIK  telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Melalui TIK, siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Diantara manfaat yang dapat diperoleh diatas, dampak negatif penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, , orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.

Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik. Selain itu, peran penting orang tua Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.

1.2 Rumusan Masalah

Makalah ini ditulis untuk membahas permasalahan mengenai :

a)      Apa itu TIK ?

b)     Apa peranan TIK pada usia ank SD ?

c)      Apa dampak dan pengaruh TIK terhadap usia anak SD ?

d)     Bagaimana cara mengantisipasi dampak dan pengaruh negative penggunaan TIK terhadap usia anak SD ?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang dikehendaki penulis dalam permasalahan ini adalah :

a)      Untuk memenuhi tugas UTS DASTEKKOM.

b)     Untuk memberikan pemahaman mengenai pengertian dasar TIK.

c)      Untuk memahami peranan TIK terhadap usia anak SD.

d)     Untuk mengetahui dampak dan pengaruh TIK serta cara mengantisipasi pengaruh negative yang ditiMbulkan dari TIK tersebut.

1.4 Manfaat Penulisan

Setiap tujuan yang diuraikan diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar        bagi orang alin, adapun manfaat dari penulisan ini adalah:

a)      Dapat memberikan pemahaman dasar mengenai TIK

b)     Dapat memberikan pemahaman mengenai peranan TIK terhadap usia anak SD.

c)      Dapat memberikan pemahaman mengenai dampak dan pengaruh TIK serta cara mengantisipasi pengaruh negative yang ditimbulkan dari TIK tersebut

.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK)

Ledakan informasi merupakan pertanda dari peluang dan tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Perkembangan volume informasi yang dicetuskan, dipindahkan dan diterima akan terus dan semakin menggelembung. Informasi memiliki saluran untuk berpindah, saluran tersebut adalah komunikasi.teknologi telah siap menghadapi kebutuhan tersebut, dengan semkin berkembangnya teknologi informasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara pengirim dan penerima yang berjauhan dalam waktu yang singkat. Akibatnya batas batas ruang dan waktu menjadi semakin kabur. Agar memudahkan kita memahami mengenai TIK, ada baiknya kita fahami  pengertian masing masing.

a) Pengertian Teknologi

Menurut Nasution (1995), istilah teknologi berasal dari bahasa yunani yaitu “technologia” yang menurut Webster dictionary berarti systematic treatment atau penangan sesuatu secara sistematis. Sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan dan ilmu. Sejalan dengan pengertian tersebut, salibury (1996) mengemukkan bahwa teknologi, sebagaimana digunakan oleh para ilmuwan dan para filosofis ilmu pengetahuan menunjuk cara bagaimana  kita menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah masalah manusia. Ini berarti bahwa teknologi adalah suatu cara untuk mengatur orang, peristiwa, dan mesin dengan menggunakan pengetahuan dan membuktikan alat alat, prosedur dan teknik

b) Pengertian Informasi

Pembahasan diatas telah menyinggung mengenai pengertian teknologi, disini kita akan membahas mengenai pengertian tentang infomasi. Informasi tidak pernah dipisahkan dengan yang namanya data. Data dapat berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan atau pengukuran. Melalui berbagai data terprogram, maka akan didapatlah sumber berupa informasi. Menurut Susanto (2002) informasi adalah hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan data tersebut dapat menjadi infomasi. Dari uraian tersebut ada 3 hal yang penting yang mencakup tentang infomasi, diantaranya:

Informasi merupakan hasil pengolahan data

Memberikan makna

Berguna atau bermanfaat.

Berbicara mengenai informasi, koswara pun tidak tinggal diam mengemukakan pendapatnya tentang pengertian informasi tersebut. Beliau berpendapat bahwa informasi itu tidak pernah ada yang bersifat “netral” , suatu informasi itu selalu diciptakan berkaitan dengan konteks pola fakir tertentu untuk melayani kebutuhan, baik yang bersifat nasional, organisasi, maupun kebutuhan personal atau pribadi. Komponen komponen informasi

Dalam fenomena yang multi-dimensional, terdapat 6 komponen informasi yang masing masing memiliki sifat dan karakteristik masing-masing. Adapun ke enam komponen tersebut adalah sebagai berikut :

Absolute Information, merupakan “pohonnya” informasi yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Substitusional Information, jenis informasi yang merujuk pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan istilah komunikasi.

Philosophic information, jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.

Subjective information, jenis informasi yang berkaitandengan perasaan dan informasi manusia. Kehadiran infomasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.

Objective information, jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi informasi tertentu.

Cultural information, informasi yang memberikan tekanan pada dimensi cultural.

Dari komponen diatas, antara satu komponen yang satu dengan yang lainnya memiliki unsure yang saling berkaitan dan berhubungan.

c) Pengertian komunikasi

Komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu ”communicare” yang artinya memberitahukan, berpartisipasi atau menjadi milik bersama. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses, yaitu suatu proses pengoperan dan penerimaan lambing-lambang yang mengandung makna. Maksudnya bahwa makna lambang dalam perjanjian umum, baik bagi pihak pemakai lambang (komunikator) maupun oleh pihak penerima lambang (komunikan).             Komunikasi sebagai suatu proses, dibedakan menjadi 2 macam, yaitu proses komunikasi primer dan proses komunikasi sekunder. Proses primer adalah proses komunikasi langsung, maksudnya proses komunikasi yang berkangsung tanpa mediamasa yang dapat melipatgandakan jumlah penerima pesan. Di dalam proses primer ini komunikasi dapat berbentuk bahasa, gerakan gerakan yang mempunyai makna khusus dan aba-aba.sedangkan dalam komunikasi sekunder, yaitu komunikasi yang berlangsung dengan bantuan mekanisme yang dapat melipatgandakan jumlah penerima pesan.

Berdasarkan kedua proses komunikasi tersebut, maka terdapat berbagai bentuk komunikasi, paling tidak terdapat dua bentuk komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal lebih banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi walaupun demikian, komunikasi nonverbal mempunyai peranan yang sama pentingnya, sebab kejelasan makna yang disampaikan dalam komunikasi verbal seringkali diperoleh melalui penggunaan komunikasi verbal. Misalnya dalam penyampaian berita kepada penerima agar lebih jelas bagi penerimanya seringkali dipergunakan gerakan tangan, ekspresi muka, intonasi dalam menggunakan kata-kata tertentu. Dengan kata lain, komunikasi verbal akan lebih efektif dan efisien dalam pemakaiannya apabila disertai dengan penggunaaan komunikasi nonverbal.

Melalui komunikasi, manusia akan dengan mudah berinteraksi dengan manusia yang satu dengan lainnya.selain itu, implikasi kemajuan teknologi komunikasi ini berpengaruh dalam kehidupan. Teknologi komunikasi ini telah membukakan kesempatan yang amat luas bagi anggota masyarakat untuk memperoleh peluang meningkatkan pengetahuan masing masing. Teknologi komunikasi memungkinkan orang belajar tanpa terikat oleh jarak dan waktu, dan memberikan kemudahan bagi setiap pelajar memanfaatkan informasi yang lebih up to date seiring perkembangan zaman.

d) Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya dipaparkan sebagai berikut :

  1. Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991

Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means. ”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole

Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.

  1. Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
    1. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
    2. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa      Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media

  1. Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.

Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

e) Perkembangan dan Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan

Sebelum menginjak abad 21 yang telah serba modern, penemuan teknologi-teknologi telah dirintis dimulai dari ditemukannya mesin tik, alat komunikasi seperti mesin penyampai pesan. Kemudian hal ini berkembang lagi dengan dibuatnya computer dari yang paling sederhana hingga komputer yang paling canggih selain itu ditemukan telepon sederhana hingga ditemukannya hand phone dan saat ini telah berkembang menjadi PDA. Bahkan pada saat ini abad ke 21 telah ditemukan bidang rekayasa mikroelektronika. Hal ini dapat menunjukkan bahwa TIK mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Dengan telah berkembangnya system komunikasi online seperti telepon, sms, ataupun email yang dapat diakses dalam dunia maya, tentunya hal ini mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat terlihat dengan telah terjadinya pergeseran dalam proses pembelajaran dimulai dari ‘belajar di ruang kelas’ ke’ belajar dimana saja’, dari ‘kertas’ ke ‘on line’. Interaksi antara guru dengan siswa pun tidak hanya dapat dilakuakn melalui hubungan tatap muka tetapi dapat dilakukan melalui telepon, sms, ataupun email. Dalam tugas pokok seorang guru pun menjadi terasa lebih mudah baik dalam membuat persiapan mengajar, mencari sumber bahan ajar, bahkan dalam pembuatan evaluasi bagi siswa yang dapat diberikan secara beragam. Hal ini bisa memanfaatkan teknologi komputer. Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi yang diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam upayanya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Guru dan pengurus sekolah tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan dalam efisien waktu dan tenaga.

Bila diuraikan pemanfaatan TIK dapat dijelaskan secara terperinci seperti :

  • Penyimpanan dan pengolahan data siswa, staf, keuangan, dan asset sekolah
  • Analisis perkembangan kinerja siswa, guru, dan sekolah dari periode ke periode
  • Penyediaan informasi tentang perkembangan studi siswa kepada Guru Wali  dan Orang Tua
  • Penyediaan informasi untuk mendukung pelaporan kepada Kantor Dinas Pendidikan yang  terkait dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Badan Akreditasi Sekolah (BAS)
  • Pengolahan data menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan
  • Pengelolaan perpustakaan termasuk katalogisasi buku-buku, penelusuran buku, proses peminjaman dan pengembalian buku, status keberadaan buku, dan penetapan jumlah denda.

f) Tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi

Adapun tujuan mempelajari TIK antara lain:

  1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
  2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.
  3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.
  4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
  5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.

2.2 Peranan TIK Terhadap Anak Usia SD

Sebelum kita membahas mengenai peranan TIK, ada baiknya kita memahami  karakterisrik anak usia SD dalam penggunaan TIK

Dalam mengenalkan dunia teknologi, informasi dan komunikasi pada anak hendaknya disesuaikan dengan usia anak tersebut, sehingga dalam penggunaannya anak tidak akan melenceng dari ketentuan yang seharusnya dipatuhi. Di bawah ini dijelaskan tahap-tahap pengenalan dunia TIK berdasarkan usia anak:

  • Usia anak 4 s/d 7 tahun

Anak-anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orangtua masih sangat penting untuk mendampingi anaknya ketika menggunakan Internet. Dalam usia ini, orangtua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orangtua sebelumnya.

Anak-anak akan dapat mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka. Pokok permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar mereka dapat mengunjungi sebuah situs tanpa menimbulkan rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan sang anak.

  • Usia 7 s/d 10 tahun

Dalam masa ini, anak-anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana tekanan pertemanan dan kelompok bermain menjadi dampak yang signifikan. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orangtua. Anak-anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tidak berarti tanpa adanya partisipasi dari orangtua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet,

Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.

  • Usia 10 s/d 12 tahun

Pada masa pra-remaja ini, banyak anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orangtua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.

Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang didampaki oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berdampak. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak senua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bernilai, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai yang positif.

TIK sangat berperan dalam perkembangan usia anak SD, adapun peranan dari TIK adalah sebagai berikut :

v     Siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

v     Anak-anak dapat berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar.

v      Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya.

v     Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa.

v     Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna.

Melalui TIK, siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Namun dalam kegiatannya, Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

2.3 Pengaruh dan Dampak TIK

Tekhnologi informasi adalah kekuatan utama didunia. Perkembangan teknologi yang makin lama makin tidak karuan sehingga banyak menimbulkan efek maupun dampak bagi penggunanya. Dampak yang ditimbulkan sangat beragam, ada dampak negative dan positif. Meluasnya akses terhadap fasilitas komunikasi massa dan alat informasi dalam beberapa tahun terakhir ini telah menciptakan transformasi yang besar dalam interaksi sesama manusia. Tidak diragukan lagi, transformasi informasi ini memiliki banyak manfaat positif, namun sayangnya juga membawa berbagai dampak negatif.

Teknologi sebenarnya bersifat netral. Dampak positif atau negatif yang bisa muncul dari teknologi lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Komputer sebagai salah satu bentuk dari teknologi yang digunakan secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif.

Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

Berikut ini contoh kejahatan maupun tindakan amoral yang paling bayak ditemui sebagai dampak negatif TIK:

1)      Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa Internet dan TV identik dengan pornografi memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki Internet dan TV, pornografi pun merajalela.

2)      Tayangan berupa kekejaman dan kesadisan

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan melalui media TV dan Internet. Para pemilik situs Internet menggunakan berbagai cara agar dapat menjual isi situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Media TV juga tak mau kalah menayangkan hal semacam itu untuk meningkatkan jumlah penonton.

Pengaruh negatif lain, adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet, sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.

Selain itu, efek radiasi monitor harus diwaspadai. Seperti halnya televisi, monitor juga membawa pengaruh pada daya penglihatan anak. Jarak pandang yang terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak. Software yang dipilihkan untuk anak diusahakan jauh dari unsur kekerasan atau agresivitas, agar anak tidak meniru perilaku buruk tersebut. Pengaturan waktu penggunaan komputer dan bermain bersama teman perlu diperhatikan. Jangan sampai anak lebih memilih bermain dengan komputer daripada bermain bersama teman. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan manusia yang lain. Hal itulah yang perlu ditekankan kepada anak agar kelak tidak menjadi manusia yang anti sosial. Atas dasar itulah, orang tua harus dapat dengan intensif memantau dan memperhatikan kegiatan anak anaknya.

2.4 Cara Mengantisipasi Dampak Negatif Penggunaan Tik Bagi Anak Usia Sd

Agar anak terhindar dari berbagai dampak negative yang ditimbulkan oleh TIK, ada baiknya kita memperhatikan cara di bawah ini.

Dampak negative TIK dapat kita cegah dengan cara-cara berikut:

1)      Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak di bawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.

2)      Televisi :

–         Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.

–         Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.

–         Mengaktifkan penggunaan fasilitas parental lock pada TV kabel dan satelit.

–         Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.

3)      Komputer dan Internet

–         Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline)

–         Mewaspadai kekerasan pada game

–         Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya

–         Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar

4)      Perbanyak buku yang bersifat Edukatif dirumah.

5)      Dan yang paling terakhir isi waktu luang dengan hal yang positif, terus beribadah kepada Tuhan, dan selalu berpikiran positif dalam segala hal.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

TIK adalah suatu alat atau media yang dapat digunakan untuk transfer data baik satu arah maupun dua arah. Dengan pesatnya perkembangan  TIK ini sangat berguna dalam dunia pendidikan karena guru dan lembaga sekolah pun mendapatkan kemudahan dengan memanfaatkan TIK dalam melaksanakan tugas pokoknya. Materi pembelajaran dapat dibuat  menjadi lebih menarik. Selain itu, siswa dan guru mudah mendapatkan pengkayaan materi ajar sehingga akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi melalui TIK, siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Namun dalam kegiatannya, Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

3.2  Saran

Teknologi sebenarnya bersifat netral. Dampak positif atau negatif yang bisa muncul dari teknologi lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Komputer sebagai salah satu bentuk dari teknologi yang digunakan secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif.. Maka dari  itu agar TIK dapat bermanfaat, gunakanlah sesuai dengan kadar  yang ada dan tidak melenceng dari aturan yang ada, sehingga dapat terasakan manfaatnya. BE BEST !.

DAFTAR PUSTAKA

Dianlestiani.blog.upi.edu/pengaruh-internet-bagi-perkembangan-anak.

Setiawan, deni. Dkk. 2009. Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta: universitas terbuka.

http:// http://www.e-smartschool.com/

Mahesaputrabuana.blogspot.com/bab-111-Peranan dan Dampak Penggunaan TIK

http://aristorahadi.wordpress.com /2008/ 08/ 03/ Peran TIK- dalam-    pembelajaran.

http.//echyli2n.blogspot.com/2009/07/Pemanfaatan teknologi-informasi-dan-html.

Satu Tanggapan to “kumpulan-makalah-dastekkom”

  1. makalahnya membangun bagi anak anka sd muga bisa menjadi bahan kajian selanjutnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: