Senseiipa's Blog
Just another WordPress.com weblog

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 10 Untuk PEMUDA

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”

Ashabul kahfi adalah sebutan bagi sekelompok pemuda di zaman dahulu yang dengan tegas dan gagah berani dalam menentang kesewenang-wenangan raja (penguasa) terutama dalam penolakan mereka terhadap pemusrikan yang dilakukan oleh raja mereka.

Menurut Ibn Abbas bahwa Ashabul Kahfi ini adalah anak muda yang merupakan keturunan dari Raja Daqyanus, adapula yang mengatakan mereka itu adalah pemuda yang taat dan pengikut dari agama Nabi Isa As.

Alkisah pada waktu itu raja yang penyembah berhala itu mendata siapa saja diantara kaumnya yang tidak mau menyembah kepada berhala. Namun raja merasa terkejut ternyata keturunananya lah yang ternyata tidak beribadah kepada berhala. Untuk menutupi rasa malunya raja berencana untuk memanggil mereka dan memaksa mereka untuk beribadah kepada berhala. Para pemuda yang merupakan keturunan dari raja itu ketakutan akan siksaan yang akan mereka hadapi, akhirnya mereka melarikan diri pada malam hari dan bersembunyi di sebuah gua..

Versi kedua dari kisah Ahabul Kahfi adalah apa yang diriwayatkan Muhammad bin Ishak dalam Tafsir Showi beliau menuturkan bahwa Ashabul Kahfi hidup setelah Nabi Isa As, mereka adalah sekelompok kecil dari orang yang dengan teguh memegang isi Injil dan bertauhid kepada Allah, mereka hidup di bawah kekuasaan raja Daqyanus yang merupakan penyembah berhala dan dia akan menghukum orang yang tidak mau menyembah berhala.

Suatu ketika Ashabul kahfi lewat ke tempat itu dan menyaksikan pemusrikan yang terjadi di daerah itu (nama tempat tsb adalah Torsus, di wilayah kekuasaan Romawi Timur/Bizantium) mereka merasa sedih yang amat besar mengetahui kemusrikan yang terjadi di daerah itu, lalu mereka pun berdakwah mengajak masyrakat untuk kembali menyembah Allah semata. Kabar ini samapai ke Daqyanus yang akhirnya memanggil mereka dan di hadapkan di depan Daqyanus. Terjadi dialog antara Daqyanus dan mereka

ما منعكم أن تذبحو الألهتنا وتجعلوا أنفسكم كأهل المدينة اما أن تكونوا علي دينيا واما أن نقتلوكم؟
(ma manaukum an tadzbahu alihatana, watajalu anfusakum ka ahlil madinati. Imam antakunuu ala dinina waimma an taqtulukum.)

( inna lana ilahan a’dzimah, milussamawati wal ardi lan naduwa mindunihi ilahan abadan. Isna ma bada a laka) ان لنا الها عطيمة ملء السموات والارض لن ندعومن دونه الها أبدا, اصنع ما بدالك.

Daqyanus : apa yang membuat kalian enggan untuk menyembah Tuhan kita dan menjadikan diri kalian seperti penduduk kota lainnya? (kami menawarkan pilihan) apakah kamu akan kembali ke agama kami atau kami akan membunuh kalian.
Ashabul : sesungguhnya kami memepunyai Tuhan yang lebih agung dari pada Tuhan kalian, dia adalah penguasa seluruh langit dan bumi, dan kami tidak akan sekali-kali akan menyekutukannya selamanya. Maka lakukanlah apa yang menurut kamu terbaik.

Setelah itu, mereka menyingkir dari kota dan diam di gua yang berada di kaki gunung (Kahfi). Mereka bertemu dengan seekor anjing yang akhirnmya mengikuti mereka. Dan yang mereka lakukan disana salat, puasa dan berdzikir. Sampai akhirnya Allah membuat mereka tertidur selama ratusan tahun yang kemudian dijadikan sebagai pembenaran adanya pembangkitan.

SIMPULAN
1. Ashabul kahfi hidup setelah zaman Nabi isa dan mereka adalah sebagian kecil dari orang yang masih memegang agama Nasrani yang masih murni.
2. Ashabul kahfi menyingkir ke luar kota untuk menyelamatkan agama mereka dari kekejaman rajanya.
3. Ashabul kahfi adalah contoh dari kelompok muda yang berani untuk Amar makruf dan Nahyi munkar.

HIKMAH
1. Generasi muda harus mempunyai prinsip layaknya yang dimiliki oleh Ashabul Kahfi yang berani dalam mengatakan yang hak dalah hak dan yang batil adalah batil, tanpa melupakan etika dan tata karma di hadapan penguasa (hal ini dapat dilihat dari dialognya yang dengan sopan namun tegas اصنع ما بدالك / lakukan apa yang menurut tuan terbaik)
2. Apabila sebuah dakwah jika sudah tidak dapat diterima di sautu tempat, maka lebih baik kita menyingkir (Hijrah ataupun Ujlah) dari tempat itu karena dakwah di tempat seperti itu tidak akan mendatangkan manfaat, malah kemadaratan yang hadir.
3. Perbanyaklah berdzikir dan ibadah lainnya sejak muda usia apalagi apabila kita sedang mendapat sebuah permasalahan yang tidak mendapatkan jalan keluar, sebab dengan berdzikir akan mendatangkan ketenangan bagi jiwa kita.

Oleh :Lala M atla’ussaadah

NIM : 0703022

About these ads

Belum Ada Tanggapan to “Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 10 Untuk PEMUDA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: