Senseiipa's Blog
Just another WordPress.com weblog

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 219 Untuk Pemuda

Surat Al-Baqarah ayat 219

سْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ (219)
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Ayat ini merupakan bagian ke dua dari empat bagian periode dari pengharaman Khamar. Dalam ayat sebelumnya Allah tidak mengharamkan akan keberadaan khamar, justru disana da kesan penghalalan. Dalam ayat

ومن ثمراة النخل والأعناب تتخدون منه وسكرا

Namun setelah ayat ini turun, ada kegelisahan dari para Sahabat terutama Umar bin Khatab dan Muadz bin Jabal tentang madarat Khamar, lalu turunlah ayat ini.
Dalam ayat ini pun khamar tidak langsung diharamkan namun masih diberi peluang dengan adanya redaksi وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ namun ada kekhawatiran dari para sahabat tentang ayat ini, yakni redaksi إِثْمٌ كَبِيرٌ kecuali itu, pernah suatu saat Aburrahman bin Auf menyuguhi tamunya makan dan dia menghidangkan minuman keras. Ketika salat orang mukmin masih terkuasai oleh minuman tadi, sehingga ketika membaca surat Al Kafirun mereka membaca. قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ tanpa memakai لا yang akhirnya mengacaukan makna dari ayat itu. Maka turunlah ayat
لا تقربوا الصلاة وانتم شكارا

Setelah turun ayat ini maka meminum khamar dilarang ketika akan menjelang salat. Namun di luar itu tetaplah boleh. Sehingga terjadi suatu peristiwa Saad bin Abi Waqosh yang ketika itu sedang mabuk berat mnyanyikan sebuah syair yang mengagungkan orang Muhajirin, namun sebaliknya menjelekan orang Ansor. Maka melaporlah orang Ansor kepada Rasul perihal kejadian tersebut, dan kebetulan di sana ada Umar. Lalu berdoalah Umar dengan doa
اللهم بين لنا في الخمر بيانا شافيا

Setelah itu Allah menjawab doa Umar dengan turunnya Ayat pelarangan Khamar secara mutlak.

Kemudian dalam ayat 219 pun disebutkan tentang hal apa sajakah yang dapat kita infakkan, Allah menjelaskan الْعَفْوَ , الْعَفْوَ dalam tafsir Jalalain ditafsirkan dengan الفاضل artinya kelebihan harta yang dimiliki oleh kita. Jadi dalam memberikan sodakoh Islam tidak menyuruh umatnya untuk merusak dirinya dengan menyerahkan seluruh milik kita untuk diinfakan namun memberikan kelebihan harta yang dimiliki kita, setelah kebutuhan pokok kita terpenuhi.

SIMPULAN

Dari ayat 219 Surat Albaqoroh ini, terdapat beberapa pelajaran.
1. Khamar itu adalah segala sesuatu yang membuat akal kita kehilangan fungsinya walaupun bukan terbuat dari anggur.
2. Khamar hukumnya najis.
3. Khamar itu haram hukumnya, baik memabukan atau tidak, sedikit ataupun banyak.
4. Infak yang dibenarkan dalam islam adalah memberikan kelebihan harta kepada orang lain setelah kebutuhan pokok kita terpenuhi.

HIKMAH
1. Generasi muda islam harus bijak seperti bijaknya Allah dalam mengharamkan Khamar yang tidak disekaliguskan namun secara berangsur, karena telah Assobiyah atau fanatisnya orang Arab terhadap Khamar, yang apabila disekaliguskan hanya akan menjadi boomerang.
2. Generasi muda islam tidak boleh terjebak dalam perbuatan yang haram, seperti meminum minuman keras karena itu semua hanya akan membuat madarat bagi diri dan masyarakat seperti terjadinya salah baca ayat Alquran dan pertengkaran. Oleh karena itu Rasul saw bersabda الخمر رأس كل خبائث (khamar adalah pokok dari segala kejelekan)
3. Generasi muda Islam harus mempunyai kepekaan terhadap situasi kemasyarakatan seperti yang dilakukan oleh Umar Ra yang merasa gelisah akan penyakit masyarakat akibat khamar, walaupun pada saat itu belum diharamkan.
4. Infak yang baik adalah infak yang dapat mensejahterakan diri sendiri namun juga dapat membantu orang lain.
(catatan : infak adalah bentuk umum dari mendermakan harta. Jadi infak itu bisa ke orang lain ataupun diri sendiri. Jika ke orang lain disebut shdaqoh, zakat, hadiah dll)

oleh: Lala Matla’ussaadah

NIM:0703022

About these ads

Belum Ada Tanggapan to “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 219 Untuk Pemuda”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: